Kita ingin
lebih serius, berbicara tentang masjid Al-Aqsha. Kiblat pertama kita, yang
penuh peninggalan sejarah kita. Sebuah
masjid tempat diisra-kannya Rasullah saw, yang kini tak bebas diziarahi oleh
umat muslim ecuali begi mereka yang berusia di atas 50 tahun. Sebuah bangunan
bersejarah yang begitu unik dan berarti bagi keimanan kita, namun berada di
bawah cengkraman Zionis Israel selama lebih dari separuh abad. Sebuah masjid,
yang pernah menjadi salah satu simbol kekuatan Islam. Tapi kini, fondasinya
kian rapuh lantaran lorong-lorong bawah tanahnya yang terus digali oleh
orang-orang ekstrim Yahudi yang bermimpi
mendapat peninggalan Kuil Solomon di bawahnya.
Saudaraku,
Mungkinkah
Masjid Al-Aqsha runtuh? Pertanyaan tu mungkin pernah muncul dalam pikiran kita.
Menjawabnya pasti diiringi kedukaan. Tapi, tidak menjawabnya, berarti
membiarkan ancaman yang mungkin terjadi.
Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi atas Masjid Al-Aqsha. Bisa saja,
terjadi bencana alam yang kemudian membuat runtuhnya Masjid Al-Aqsha. Atau,
bisa saja umat Islam akhirnya berhasil diusir dari seluruh Al Quds dan
digantikan penguasaannya oleh Zionis Israel. Mungkin saja Al Quds dikuasai
Zionis dan benar-benar menjadi ibukota abadi Israel selam berpuluh tahun.Mengapa?
Karena dahulu pun, kekuatan Qaramithah pernah menyerang Ka’bah Baitullah Al
Haram. Hingga di tahun 317 H, dikabarkan mereka mampu mencuri Batu Hajarul
Aswad dari Ka’bah dan membawanya ke ibukota mereka di Hijr, sisi Timur Saudi
sekarang. Hajarul Aswad lalu tetap tercuri selama 22 tahun, yakni hingga 399 H.
Saudaraku,
Kita tidak
berada di zaman Raja Abrahah. Dahulu, Abrahah ingin menghancurkan Ka’bah. Lalu
Allah swt mengutus burung-burung Ababil untuk melindungi Baitullah Al Haram.
Tapi kondisi kita setelah diutusnya Rasulullah saw, berbeda. Burung-burung
Ababil atau pasukan-pasukan yang diutus oleh Allas swt dalam bentuk apapun,
takkan datang kecuali bila kita mengerahkan tenaga, keseriusan, kesungguhan,
harta, jiwa, dan seluruhnya untuk memelihara Masjid Al-Aqsha.
Saudaraku,
Maka, Masjid Al-Aqsha mungkin saja runtuh. Dan
memang itulah yang diinginkan Zionis Israel. Itu sebabnya mereka melakukan
tahap demi tahap penghancuran itu
sedikit demi sedikit, lewat analisa pertimbangan paling kecil yang mereka
hadapi, jika Masjid Al-Aqsha akhirnya roboh. Perhatikanlah, mereka sendiri yang
membuka informasi di berbagai media, bahwa ada puluhan lorong bawah tanah yang
telah mereka gali, di sekitar fondasi-fondasi Masjid Al-Aqsha. Infomasi itu
bahkan diiringi foto-foto bahkan cuplikan filmnya, yang kian menegaskan bahwa
lorong-lorong itu benar mereka gali.
Ada apa di
balik peristiwa ini? Maka pikirkan lebih jauh. Boleh jadi, Zionis Israel
mempunyai target tertentu di balik informasi tersebut. Pertama, membiasakan
umat Islam dengan issue kehancuran Masjid Al-Aqsha. Semakin sering umat Islam
mendengar berita Masjid Al-Aqsha akan hancur, semakin terbiasa umat
menyikapinya. Bahkan informasi itu pun bisa menjadi kata-kata yang tidak lagi
menarik perhatian. Lalu, jika kelak kehancuran Masjid Al-Aqsha benar-benar
terjadi, mungkin tidak mampu menggerakkan dunia Islam secara massif untuk
melakukan perlawanan.
Logika ini mirip dengan
terapi yang biasa dilakukan oleh para dokter. Dokter memliki suatu asupan yang
bisa melindungi manusia dari mikroba tertentu. Seseorang diberi suplai makann
mikroba sedikit demi sedikit, hingga akhirnya tubuh terbiasa dengannya. Jika
kelak mikroba sesungguhnya menyerang tubuh, maka serangan itu tidak terlalu
berfefk pada tubuh.
Begituah zionis Israel. Mereka terus menerus memberi
informasi umat islam denagn pemberitaan bertahap, terkait kehancuran mesjid Al
Aqsha. Lalu, jika kehacuran benar-benar terjadi – semoga Allah swt melindunginya
– umat islam tidak terpicuuntuk melakukan aksi penolakkan seperti yang
dikhawatirkan. Dan zionis Israel punbisa melanjutkan proyek penting lainnya.
Saudaraku,
Sasaran kedua, untuk mengantisipasitingkat reaksi umat Islam bila
kehancuran itu terjadi. Orang-orang yahudi Zionis pastikhawatirdengan reaksi
umat Islam, yang boleh dikatakan bila bersatu sangat mampu memerangi dan
mengusir mereka dari AL Quds. Karenanya, mereka berusaha mengantisipasi raksi
umat Islam itu secara bertahap. Meraka mengukur sejauh mana respon umat Islam
terhadap upayapenghancuran Masjid Al Aqsha. Hingga akhirnya mereka bisa
menganggap mampu mengatasi aksi balasan bila target pengahncuran Masjid Al
Aqsha itu terjadi.
Saudaraku,
Zionis Israel sagat yakin, hingga sekarang tak ada bukti secuilpun tentang
sisa kuilSolomon yang mereka yakini. Mereka juga tahu, bahwa klaim peradaban
Yahudi di Al Quds, sangat mungkin merupakan hasil manipulassi orang-orang
mereka sendiri. Lalu mengapa mereka ingin sekali menguasai dan menghancurkan
Masjid Al Aqsha?
Orang-orang zionis Israel sangat menyadari bahwa Al Aqsha bagi umat islam sama
dengan panji-panji peperangan bagi suatu pasukan. Selama panji itu ada,
panji-panji itulah yang akan memberi semangat dan keberanian bagi umat Islam.
Sebagaimana dahulu, direbutnya Masjid Al Aqsha di awal-awal pernag salib telah
menipiskan semangat umat Islam selama puluhan tahun dalam menghadapi kaum saib.
Dan kini, jika target penghancuran terjadi, Zionis Israel yakin akan mampu
memenanngkan seluruh medan peperangan.
Saudaraku,
Upaya ini bisa saja, mem uat kita sedih bahkan terluka. Tapi kita juga tak
boleh berbasa basi untuk masalah yang sangat penting ini. Tunjukkan bahwa umat
islam di Al Quds tidak sendiri menentang pendudukkan dan serangan Zionis
Israel. Buktikan bahwa mampu bekerja dengan bidang dan ruang apapun yang kita
miliki, untuk menghalangi kehancuran Masjid Al Aqsha...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar