Isak tangisku mengiringi kepergianmu
Bila tak ingat amanah Sang kuasa
Bila tak ingat sucinya perjalanan yang ‘kan kau tempuh
Berat hati ini untuk melepasmu
Anakku, selamat berjuang
Do’aku kan slalu menyertaimu
Ingin kuucapkan kalimat-kalimat tersebut
Namun, lidah ini seperti terkunci
Aku hanya mampu tersenyum tipis menatapmu
Ingin rasanya mata ini menangis
Di setiap derap kaki ini melangkah
Menjauhi rumah tercinta, hangatnya keluarga
Bila tak ingat amanah sang kuasa
Bila tak ingat sucinya jalan yang kan kutempuh
Berat hati ini tuk melangkah
Ayah, ibu, doakan kakak
Biar kakak tegar menghadapi tajamnya kehidupan
Semua kalimat ini, terkunci di lidahku yang kelu
Hanya ada tatapan kosong disertai kebisuan
Airmataku tak henti mengalir
Di sela kegiatan ku memandangi perpisahan ini
Bila tak ingat amanah sang kuasa
Bila tak ingat sucinya jalan yang ia tempuh
Ingin rasanya kutinggalkan ia
Demi mencegah terpecahnya sebuah jalinan
Pak, bu ikhlaskan kepergian dek fulan/ah
Perjuangan ini tak akan sia-sia
Kalimat-kalimat ini mengalir lancar di benakku
Namun tidak di bibirku
Dek siapkan mentalmu, perjalanan ini akan berat dan panjang
Namun kau tak perlu takut, dengan iringan doa orangtuamu juga pertolongan Allah
Kau pasti bisa
Tapi sekali lagi, bibirku terkatup rapat
Ku hanya bisa menggumam
Selamat datang